Semenjak saya graduated kuliah keperawatan tahun 1998 ….saya beranggapan bahwa wewenang membaca ekg adalah milik dokter. Sebagai perawat cukup hanya tahu bagaimana Persiapan pasien sebelum dilakukan perekaman ekg, pada saat dan sesudah dilakukan perekaman ekg saja. Adapun hasil rekaman ekgnya kita serahkan pada orang yang berkompeten yaitu dokter. Setelah itu sebagai perawat kita jalankan apa yang diintruksikan oleh dokter tersebut. Finish !!!Saya yakin 99 % pemikiran rekan-rekan seprofesi tentang ekg sepaham dengan saya. Bagi rekan-rekan sejawat yang ditakdirkan sebagai calon perawat maupun yang baru menjadi perawat, apalagi yang sudah lama berprofesi sebagai perawat. Sadarlah akan tanggung jawab yang anda pikul adalah sangat berat sekali !! Untuk itu mulai saat ini….bekalilah profesi anda dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat, contohnya mampu membaca ekg dan ilmu lainnya. Bagaimana kita bisa mejalankan peranan dan fungsi kita sebagai perawat secara maksimal jika pengetahuan atau ketrampilan anda minim. Betul apa yang dikatakan Pak Abu nazmah, apakah kita pantas disebut sebagai tenaga professional dan bisa berpartner dengan profesi dokter jika kemampuan kita hanya sebatas menjalankan instruksi dokter secara bulat-bulat.
Berhubungan dengan ekg…..dimana sekarang saya bekerja disebuah rumah sakit pada unit peritoneal dialysis yang umumnya saat dilakukan tindakan ini diperlukan monitoring ekg. Sering sekali saya menjumpai gambaran-gambaran ekg yang aneh –aneh pada layar monitor yang tanpa saya sadari bisa membahayakan jiwa pasien. Maka dari itu saya ingin tahu lebih jauh tentang ekg, tapi dimana saya bisa belajar ekg dan mampu membacanya dalam waktu yang singkat.
Iseng-iseng search di internet dengan kata “kursus ekg” yang pada akhirnya saya bisa membuka website tutorialekg.com yang isinya menggetarkan jiwa saya. Tanpa berpikir lama-lama, saya join sebagai member dan bisa memiliki e-booknya. Wooow, sederhana….singkat, jelas, dan mudah dimengerti bagi yang membacanya.
Bravo Mr Abu Nazmah, thank U….

Apa benar belajar membaca ekg itu sulit? Yupz, betul sekali !! Saya akui sejujurnya selain sangat mahal biayanya agar bisa ikutan kursus ekg, juga tidak cukup dengan hanya satu atau dua kali ikutan kursus. Seperti halnya dengan saya, pada kurun waktu tahun 2000-2001 yang lebih dari sekali ikutan kursus ekg dan berkali-kali menghadiri symposium-symposium yang berhubungan dengan ekg. Pengen tahu apa hasilnya? Sedikit mengerti tapi masih kurang percaya diri dalam membaca ekg. Sehari….seminggu…….sebulan…beberapa bulan masih segar-segarnya ingatan saya tentang ekg. Tapi setelah lewat dari satu tahun….saya merasa seakan tidak pernah mengerti bagaimana cara membaca ekg, karena saya tidak bekerja pada tempat/unit jantung atau berhubungan dengan jantung sehingga jarang atau bahkan tidak pernah menjumpai kasus jantung semenjak selesai mengikuti kursus ekg.
Sudah berapa kali saya membaca buku-buku ekg baik yang berlabel bahasa Inggris maupun Indonesia tapi tetap saja tidak membantu banyak dalam memahami ekg,apalagi membacanya dengan baik dan tepat. Setelah membaca e-book yang berjudul “Praktis & Sistematis Belajar Membaca Ekg “ yang ditulis oleh Abu Nazmah, semua kebingungan ….semua keraguan serta kesulitan yang saya alami sebelum membaca e-book ini berganti menjadi hal yang sangat mudah mempelajari ekg.
